Hanya Ada Satu Teladan Kehidupan
Bacaan Hari ini:
Yohanes 13:17 “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.”
Setiap orang memiliki teladan yang mereka ikuti. Teladan siapakah yang Anda ikuti?
Jika Anda belum menentukan siapa yang akan menjadi teladan Anda dalam kehidupan, maka orang lain akan yang menentukannya untuk Anda, seperti lewat media sosial, budaya, teman-teman Anda, atau rekan kerja Anda. Mereka biasanya akan mencoba memberi tahu Anda cara menjalani hidup Anda.
Akan tetapi, Tuhanlah satu-satunya yang seharusnya memberi tahu Anda cara menjalani hidup. Dan satu-satunya teladan yang sempurna itu ialah Yesus Kristus.
Saya mengenal banyak orang yang, setelah menginjak usia 40 tahun, mendapati bahwa mereka telah mendasarkan hidup mereka pada teladan yang tidak konsisten dan tidak efektif. Setelah usia 40 tahun, mereka menjadi putus asa, bercerai, depresi, dan kesepian. Mengapa? Sebab mereka mengikuti teladan yang salah.
Seorang teman berkata, "Saat itu saya sedang menaiki tangga kesuksesan. Namun, saat saya sampai di puncak, saya menyadari bahwa tangga itu bersandar pada dinding yang salah! Saya menghabiskan seluruh waktu saya buat hal yang salah."
Ada satu waktu ketika saya masih muda dan tidak ingin ikut Yesus Kristus karena saya pikir Dia agak pengecut. Saya terjebak dalam stereotip tentang Yesus dengan jubah putih dan rambut panjang-Nya yang terurai, yang tidak pernah meninggikan suara dan memetik bunga saat berjalan di perbukitan di sekitar Yerusalem.
Apabila memang Yesus seperti itu, lalu bagaimana mungkin Dia bisa membuat para nelayan meninggalkan jala mereka dan mengikuti-Nya? Bagaimana mungkin seorang pengecut memiliki kekuatan untuk memberi makan lebih dari 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan serta pengaruh-Nya untuk mengguncang status quo seluruh kerajaan Romawi?
Yesus bukanlah seorang pengecut. Dia tidak seperti kebanyakan yang kita bayangkan.
Ke mana pun Yesus pergi, Ia mengajak orang-orang untuk mengikuti-Nya. Ia tidak pernah mengatakan untuk mengikuti suatu prinsip atau program atau bahkan suatu agama—melainkan mengikuti Dia secara pribadi. Kata-Nya, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” (Yohanes 13:17).
Ikut Yesus berarti menjalin hubungan dengan-Nya. Allah ingin Anda mengenal-Nya secara pribadi! Ia mengutus Yesus agar Anda dapat mengenal-Nya dan mengasihi-Nya karena Dia adalah Tuhan—teladan yang sempurna untuk diikuti.
Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat mengenal Yesus secara dalam?
- Mengapa setiap teladan kehidupan kecuali Yesus akan mengecewakan Anda?
- Apa perbedaan antara mengikuti suatu agama dengan mengikuti satu Pribadi?
Yesus adalah seorang revolusioner yang melawan arus dunia yang memimpin dengan sempurna dengan kasih karunia, belas kasih, dan keadilan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar