Memegang Janji Allah
Sebagaimana langit jauh tinggi di atas bumi, demikianlah jalan-Ku jauh tinggi di atas jalanmu, dan pikiran-Ku jauh tinggi di atas pikiranmu. –Yesaya 55:9 (FAYH)
Ayat Bacaan & Wawasan :
Yesaya 55:1-3, 8-13
Wendy sempat merasa agak terabaikan. Saat istirahat makan siang, bosnya meninggalkan cokelat di atas meja setiap orang—kecuali di mejanya. Wendy yang bingung berkeluh kesah kepada temannya, “Mengapa ia mengabaikan aku?”
Sewaktu ditanya, sang bos menjelaskan: “Cokelat itu masih bagus, tetapi sudah agak lama. Wendy sedang hamil, jadi saya tidak mau mengambil risiko.” Lalu sambil tertawa, ia berujar, “Tetapi untuk kalian semua . . .”
Insiden kecil ini memang terdengar lucu di kantor Wendy, tetapi saya jadi terpikir tentang sikap kita yang terkadang keliru memahami maksud Allah karena pemahaman dan persepsi kita yang terbatas. Bahkan, kita mungkin mengira bahwa kita sudah diperlakukan tidak adil dan lupa bahwa Allah selalu menghendaki yang terbaik bagi kita. Selalu.
Yesaya 55:8-9 mengingatkan kita bahwa sekalipun kita mungkin tidak sepenuhnya memahami pikiran dan jalan Allah, kita bisa meyakini bahwa itu “jauh tinggi di atas jalan [kita]” (ay. 9 FAYH). Jalan dan pikiran kita sering kali dipengaruhi oleh keinginan diri yang egois, sedangkan jalan Allah itu sempurna, baik, dan benar. Oleh sebab itu, sekalipun saat ini keadaan tidak baik-baik saja, kita dapat percaya bahwa Allah akan menyediakan apa yang benar-benar kita butuhkan (ay. 1-2), karena Dia penuh kasih dan setia pada janji-Nya yang kekal (ay. 3). “Berserulah kepada-Nya selama Ia dekat” (ay. 6), karena Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
Oleh: Leslie Koh
Renungkan dan Doakan
Manakah janji Allah yang dapat Anda pegang, ketika hidup terasa tidak adil? Aspek apa dari karakter Allah yang memberi Anda penghiburan dan kepastian?
Allah yang setia, Engkau tahu, adakalanya aku merasa terlewatkan dari berkat-berkat-Mu, sehingga aku meragukan kasih-Mu bagiku. Tolonglah aku untuk mempercayai-Mu dan berpegang teguh pada janji setia-Mu.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar