Minggu, 07 September 2025

Dari Mana Harga Diri Anda Berasal

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:18-19 “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

Jauh di lubuk hati, setiap orang ingin dihargai. Setiap orang ingin tahu bahwa mereka berharga dan bahwa hidup mereka berarti.

Apa yang membuat hidup Anda berharga? Orang-orang mencoba mencarinya dalam berbagai hal—seperti dalam kekayaan, pekerjaan, atau kecantikan. Namun ketahuilah, Anda tidak akan pernah menemukannya di tempat-tempat tersebut. Anda dapat "memiliki segalanya" menurut standar dunia—namun di lubuk hati, Anda bisa saja merasa hampa dan penuh kepalsuan.

Mengapa? Sebab Anda diciptakan untuk lebih dari itu.

Dari mana datangnya harga diri yang tingggi? Itu berasal dari tiga kebenaran ini:

Allah telah mengorbankan Putra-Nya untuk Anda. "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (1 Petrus 1:18-19).

Berapa harga suatu barang? Berapa pun yang bersedia dibayar oleh pembeli. Demikian pula, Yesus telah membayar lunas dosa-dosa Anda—untuk keselamatan Anda—dengan nyawa-Nya sendiri. Seolah-olah Ia berkata, "Aku lebih baik mati, daripada hidup tanpamu." Anda begitu berharga bagi Allah.

Itulah sebabnya 1 Petrus 2:17 mengatakan: “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” Setiap orang yang Anda temui adalah seseorang yang dikasihi Yesus. karena itulah, setiap orang berhak diperlakukan dengan bermartabat.

Roh Kudus hidup di dalam Anda. Ketika Anda mengundang Yesus Kristus masuk ke dalam hati dan hidup Anda, Anda meminta Roh Allah untuk tinggal di dalam Anda. Ketika Anda mengenal-Nya, Anda belajar untuk mengenali suara-Nya saat Ia mengajarkan Anda untuk hidup seperti yang Dia kehendaki.

Alkitab mengajarkan, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Korintus 6:19). Allah tidak akan pernah menaruh Roh-Nya di tempat sampah. Fakta bahwa Roh Kudus tinggal di dalam Anda memberikan Anda harga diri.

Yesus telah memberi Anda sebuah identitas baru. Ketika Anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda, Dia mengubah hidup Anda; Dia menjadikannya lebih baik dan baru. Alkitab mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).

Setiap kali Anda melakukan dosa, itu merusak harga diri Anda. Yesus bertugas untuk memulihkannya. Setiap kali Anda berjalan dengan memercayakan keselamatan Anda pada-Nya, Dia memberikan Anda awal yang baru, lembaran yang bersih. Dia mengampuni Anda—lalu Dia memulihkan harga diri Anda.

Renungkan hal ini:
- Di mana—selain di dalam Yesus—Anda pernah mencoba menemukan harga diri Anda di dalamnya? Bagaimana semua itu gagal?
- Ketika Anda menyadari bahwa harga diri Anda berasal dari Tuhan, apa perbedaan praktis yang ditimbulkannya dalam hidup Anda?
- Alkitab mengatakan untuk "hormatilah semua orang.” Adakah seseorang—atau sekelompok orang—yang belum Anda perlakukan dengan bermartabat? Berdoalah dan mohon kepada Tuhan untuk membantu Anda memperlakukan mereka dengan rasa hormat yang pantas mereka terima.

Siapa pun Anda dan apa pun yang telah Anda lakukan, ketahuilah hidup Anda berharga—Yesus telah mati untuk Anda, Roh Allah hidup di dalam Anda, dan Yesus telah memberikan Anda identitas baru. Maka, janganlah hidup dalam rasa malu. Hiduplah dengan harga diri yang diberikan Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar