Senin, 15 September 2025

Teguran Tuhan adalah untuk Kebaikan Anda

Bacaan Hari ini:
Ayub 5:17 “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”

Jika saat ini Anda sedang lari dari panggilan Tuhan, ada satu hal yang perlu Anda tahu: Tuhan sedang memanggil Anda untuk kembali kepada-Nya.

Dia tahu bahwa semakin jauh Anda berlari, semakin buruk yang akan Anda hadapi. Karena itulah, Dia ingin menarik perhatian Anda sebelum terlalu terlambat.

Walaupun Tuhan sabar, Dia tidak akan membiarkan Anda mengabaikan panggilan-Nya selamanya. Tuhan mengasihi Anda apa adanya, tetapi karena Dia begitu mengasihi Anda, maka Dia tidak mau membiarkan Anda seperti itu.

Dia ingin Anda fokus pada-Nya.

Karena melarikan diri dari Tuhan, Nabi Yunus belajar lewat teguran yang sulit ini: Laut semakin bergelora (lihat Yunus 1:11). Semakin jauh Yunus berlari menjauh, semakin mengerikan badai yang menghantamnya. Pilihannya itu mendatangkan konsekuensi.

Begitu halnya dengan Anda. Ketika Anda lari dari Tuhan, pada akhirnya Anda akan mendapati diri Anda dikelilingi oleh badai.

Terkadang itu adalah badai teguran dari Tuhan. Namun saat Tuhan mengoreksi Anda, itu bukan karena Dia marah, tapi karena Dia mengasihi Anda!

Orang tua yang penuh kasih mendisiplinkan anak-anak mereka sebab mereka mencintai mereka dan ingin melihat mereka mengubah perilaku mereka demi kebaikan mereka sendiri. Demikian pula dengan Tuhan. Alkitab mengatakan, “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa” (Ayub 5:17).

Ketika badai semakin mengganas, orang-orang yang berada di kapal dengan Yunus bertanya satu pertanyaan yang biasanya kita tanyakan saat situasi kian buruk: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi?” (lihat Yunus 1:11). Jawabannya selalu sama. Anda harus menyerahkan hidup Anda sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika Anda berserah, damai datang.

Itu yang dilakukan Yunus. “Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu” (Yunus 1:12).

Itulah tindakan tidak egois Yunus yang pertama—dan juga langkahnya yang pertama menuju awal yang baru. Yunus mengakui bahwa dialah penyebab badai itu, dan dia memutuskan untuk berserah pada kehendak Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Badai apa yang pernah Tuhan pakai untuk menegur Anda?
- Badai yang berbeda menarik perhatian Anda dengan cara yang berbeda. Badai apa yang biasanya Tuhan gunakan untuk menarik perhatian Anda?
- Apa bagian yang paling menakutkan dari berserah pada misi Tuhan? Apa yang menahan Anda untuk mengambil langkah itu?

Apabila selama ini Anda berlari dari rencana Tuhan atas hidup Anda dan saat ini Anda tengah menghadapi badai kehidupan, berserahlah kepada Tuhan. Lakukanlah dengan yakin dan percaya, dan Dia akan menarik Anda kembali pada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar