Jumat, 07 November 2025

Tiga Hambatan untuk Mendengar Suara Allah

Bacaan Hari ini:
Yakobus 1:21 "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Kita semua tahu bahwa kualitas sinyal telepon seluler bisa berbeda-beda, tergantung pada lokasi. Hal yang sama berlaku ketika kita ingin mendengar suara Allah. Anda harus berada di posisi yang tepat untuk dapat mendengar-Nya berbicara.

Allah ingin berbicara kepada kita, tetapi kadang kita tidak peka atau tidak mau mendengar. Ada kalanya kita sudah lebih dulu memutuskan untuk melakukan apa yang kita inginkan—dan jika jujur, hal itu tidak selalu sama dengan yang Allah kehendaki. Ketika pikiran kita tertutup bagi-Nya, maka semakin sulit bagi kita untuk mendengar suara-Nya dan mengikuti rencana-Nya dalam hidup kita.

Namun jika Anda sungguh ingin mendengar suara Allah, Anda perlu memahami apa yang menghalangi Anda dari mendengar-Nya. Ada tiga hambatan yang membuat pikiran tertutup terhadap pesan Allah:
1. Kesombongan. Jika Anda berpikir tidak membutuhkan Allah dalam hidup dan lebih suka mengandalkan diri sendiri, kemungkinan besar Anda tidak membuka telinga untuk mendengar suara Allah. Kesombongan menutup hati terhadap kemungkinan bahwa Ia sebenarnya ingin berbicara kepada Anda.

2. Ketakutan. Banyak orang tidak dapat mendengar Allah karena mereka takut mendengar suara-Nya. Beberapa orang berpikir bahwa mendengar suara Allah atau merasakan pimpinan-Nya akan membuat mereka dianggap fanatik agama.

3. Kepahitan. Jika Anda terus menyimpan luka, sakit hati, dendam, atau rasa benci, hati Anda bisa menjadi keras—dan itu membuat Anda sulit mendengar suara Allah. Hati yang keras juga bisa membuat Anda bersikap defensif, bahkan terhadap kasih Allah sendiri.

Mungkin Anda pernah terluka begitu dalam—entah baru-baru ini atau bertahun-tahun lalu—dan Anda masih menyimpannya. Ketahuilah: Anda harus melepaskannya. Bukan demi orang lain, tetapi demi diri Anda sendiri. Kepahitan adalah luka yang Anda timbulkan sendiri, yang memungkinkan orang dari masa lalu terus melukai Anda hingga hari ini. Anda perlu melepaskannya, bukan karena mereka layak diampuni, tetapi karena Anda perlu melanjutkan hidup.
Yakobus 1:21 berkata: "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

"Dengan rendah hati menerima" berarti Anda melepaskan kesombongan dan berhenti mencoba menyelesaikan semuanya sendiri. Inilah kunci untuk membuka pikiran dan hati, sehingga Anda dapat mendengar suara Allah—Dia yang menciptakan Anda, mengasihi Anda, dan rindu berbicara kepada Anda.

Renungkan :
- Bagaimana cara Anda mendengar suara Allah atau merasakan pimpinan-Nya? Dalam hal apa saja Ia pernah berbicara kepada Anda?
- Perubahan apa yang perlu Anda lakukan dalam hidup supaya dapat menyingkirkan 'segala yang kotor dan jahat" dan lebih peka mendengar suara Allah?
- Mengapa kita kadang menyamakan mendengar suara Allah dengan fanatisme agama?

Singkirkanlah kesombongan, ketakutan dan kepahitan yang menghalangi Anda mendengar suara Allah dan menjalani tujuan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar