Selasa, 27 Januari 2026

Motivasi Mencari Yesus 

Bacaan: Yohanes 6:22-24 

Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh 6:2; 6:26).

Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?

Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]

Sumber: Santapan Harian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar