Minggu, 19 April 2026

Air Mata dan Harapan

Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. –Yesaya 55:8

Ayat Bacaan: Yesaya 55:6-13

Bagi Mary Edwar, hari Minggu Palem—perayaan masuknya Yesus ke Yerusalem dengan penuh kemenangan—telah meninggalkan luka mendalam. Seusai ibadah, Mary dan suaminya, Kareem, berjalan bergandengan tangan keluar dari gereja. Tiba-tiba sebuah bom meledak, merenggut nyawa Kareem, melukai Mary, dan membuatnya kehilangan calon bayinya.

Dalam masa pemulihan, Mary bergumul dengan perasaan marah dan dukacita atas kehilangan suami dan anaknya. Namun, membaca Alkitab berhasil menenangkan hatinya yang masih membara. Ketika ia berusaha memahami mengapa Allah mengizinkan musibah itu, Yesaya 55:9 memberi penghiburan: “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu.” Ketika Mary mengerti bahwa Allah tetap memberikan anugerah-Nya, bahkan ketika manusia tidak menghormati-Nya, Roh Allah menghibur hatinya.

Mary merenungkan pesan Allah melalui Nabi Yesaya kepada umat-Nya yang sering menyimpang. Selain memanggil mereka kembali kepada-Nya, Allah juga memperluas pemahaman mereka tentang kebesaran belas kasihan-Nya. Seperti langit “lebih tinggi” dari bumi, begitulah jalan Allah “lebih tinggi” dari jalan mereka (ay. 9 AYT). Allah juga akan menunjukkan kasih dan anugerah-Nya, jauh melampaui apa yang dapat mereka bayangkan.

Di tengah dukanya yang mendalam, Mary tertegun menerima damai sejahtera dari Allah. Ia mengalami bagaimana kasih Yesus menghibur hatinya, yang dinyatakan dalam peristiwa-peristiwa yang diperingati sepanjang minggu itu sampai hari Paskah. Allah rindu mengaruniakan damai sejahtera-Nya kepada kita, dan kita hanya perlu berharap kepada-Nya.

Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda terhibur dengan merenungkan sifat Allah yang penuh kasih? Bagaimana Anda mengalami damai sejahtera ketika membaca Alkitab?

Allah Pencipta kami, terima kasih, karena Engkau mengasihiku. Sekalipun aku diliputi rasa sakit dan keraguan, Engkau tetap memberikan pengharapan dan kasih-Mu.

Wawasan
Yesaya 55 dimulai dengan undangan Allah: “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air” (ay. 1). Allah menjelaskan gambaran air yang memberikan kehidupan ini dalam ayat 10-11 dengan membandingkan firman-Nya dengan cara-Nya memelihara ciptaan: “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, . . . demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku.” Curah hujan membawa kehidupan kepada bumi, demikian pula firman Allah memberi kehidupan bagi jiwa kita. Bahkan di tengah duka dan keraguan, Allah memberikan damai sejahtera-Nya: “Kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai” (ay. 12). –Tim Gustafson 

Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar