Sabtu, 17 Mei 2025

Pikullah Kuk yang Dipasang Yesus

Bacaan Hari ini:
Matius 11:29-30 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Ketika Anda kehabisan energi dan memikul beban berat, solusi pertama yang Yesus tawarkan kepada Anda ialah berikut: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Itulah titik awal bagi siapa pun yang membutuhkan kelegaan dari kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan: Datanglah kepada Yesus!

Inilah solusi kedua: Serahkan kendali Anda. 

Ini begitu penting sebab salah satu alasan Anda merasa terbebani ialah karena Anda mencoba mengendalikan terlalu banyak hal. Anda berpikir semuanya bergantung pada Anda. Mungkin saja moto Anda adalah, “Saya akan bertanggung jawab atas diri saya.” 

Saudara, Anda bukanlah manajer umum atas alam semesta. Meski Anda menyerah, alam semesta tidak akan berantakan. Ketahuilah ini: Semakin besar keinginan Anda untuk mengendalikan, semakin banyak stres yang akan Anda alami dalam hidup.

Namun, Yesus menawarkan cara yang berbeda. Ia berkata, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Matius 11:29-30). 

Mungkin Anda berkata, "Tunggu sebentar. Memikul beban yang lain? Saya tidak sanggup memikul beban yang lebih berat. Saya seharusnya memikul beban yang lebih ringan!"

Itulah mengapa penting untuk memahami cara kerja kuk. Kuk adalah sepotong kayu yang menyatukan dua hewan sehingga mereka dapat berbagi beban dan menjadi lebih ringan. Tujuannya ialah untuk meringankan beban hewan, bukan memperberatnya.

Kuk adalah simbol kemitraan. Dengan kuk, seakan Yesus berkata, "Aku tidak pernah merancang supaya engkau menanggung semua masalahmu sendiri. Biarkan Aku menolongmu." Ketika Anda memikul kuk bersama Yesus, itu bukan berarti Anda akan berbagi beban-Nya, melainkan supaya Dia bisa berbagi beban Anda.

Kuk juga merupakan simbol kendali. Para petani memasang kuk pada hewan-hewan ternak mereka agar mereka bisa berjalan ke arah yang sama, bersamaan dan dengan kecepatan yang sama. Jika Anda tidak mengikatkan diri kepada Yesus, Anda akan terlibat masalah. Anda akan berjalan terlalu cepat, ke arah yang salah, tersisih, atau terperosok ke dalam selokan. Sebaliknya, jika diikatkan kepada Yesus, Dia menjauhkan Anda dari masalah.

Yesus tahu kepribadian Anda. Dia tahu apa yang dapat Anda tangani dan apa yang tidak dapat Anda tangani. Jika Anda memikul kuk yang dipasangkan Yesus, maka Dia akan menuntun Anda.

Kita mungkin beranggapan penawar stres adalah dengan berlibur, menghadiri seminar, atau pergi ke terapi. Hal-hal itu tentu dapat membantu, tetapi kelegaan yang sejati dan kekal datang ketika kita mengikatkan diri kita kepada Yesus dan melepaskan kendali kita pada-Nya. Dan setiap kali kita melakukannya, Tuhan memberi kita damai sejahtera. 

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda mengapa melepaskan kendali kita dalam menghadapi keadaan yang penuh tekanan sangat bertentangan dengan budaya? 
- Pernahkah Anda memikul kuk yang dipasang Yesus? Jika ya, apakah Anda mengalami sedikit pengurangan stres? Jika belum pernah, mengapa tidak?
- Apa saja tindakan yang dapat Anda mulai coba lakukan untuk tetap memikul kuk yang dipasang Yesus setiap hari?

Yesus tahu persis ke mana Dia akan menuntun Anda karena Dia yang menciptakan Anda. Dia tahu persis kecepatan yang harus Anda tempuh karena Dialah yang membentuk Anda. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar